Pengalaman Belajar WPAP


1.jpg

Juni 2015 dimana saya mulai tertarik dengan Karya Seni WPAP  dan mulai mencoba membuatnya pada November 2015, gambar di atas adalah karya pertama saya😀 terlihat lucu karna garis dan warnanya masih berantakan.

tapi apalah sebuah karya jika tidak di perlihatkan pada orang lain, dengan perasaan bangga dengan karya sendiri  saat itu juga saya upload karya pertama saya di Grup belajar WPAP di Facebook dengan judul “Newbie mohon kritik dan sarannya” beberapa menit kemudian banyak anggota grup memberi saran dan kritiknya yang sangat membantu dalam proses belajar, dari situlah saya kembali berlatih membuat garis garis wajah yang sederhana dan terus mengasah kemampuan untuk melihat gelap terangnya wajah.

memang karya seni WPAP sangat sulit, tidak hnya belajar sehari langsung di jempol karyanya di grup,kenapa harus di grup? karna di grup tempatnya Master WPAPERS dan juga Newbie, merekalah yang menilai bagus tidaknya karya kita,  butuh berjam jam dan berhari hari dalam membuat sebuah karya WPAP agar bisa di pahami karakter Seni WPAP. sudah setahun lebih saya belajar WPAP dan sampai saat ini belum puas dengan karya sendiri dan masih terus belajar. (gbr dibawah karya terakhir saya)

Backup_of_TB

Hal tersulit dalam membuat seni WPAP adalah pada saat pewarnaan,tp itulah sebetulnya yang di katakan WPAP menggabungkan warna warna hingga membentuk sebuah objek asli, pada saat pewarnaanpun kita harus jeli melihat gelap terangnya wajah, misalnya warna warna muda di tempatkan di bagian terang wajah begitupun sebaliknya, mungkin di google maupun di grup belajar sudah banyak yang membahas tentang itu, saya hanya sedikit tips semoga membantu🙂 :
pada saat setelah kita telah membuat Skintone wajah, saya pakai mode grayscale agar mudah saat pewarnaan. gbr tersebut di duplicate, gbr 1 untuk di warna dan gbr 2 di jadikan patokan. pada  saat pemberian warna mungkin anda ragu dengan efek gelap terangnya wajah yang tidak sesuai, maka caranya kedua gambar tadi di export ke mode grayscale, maksudnya agar terlihat jelas efek gelap terangnya wajah, lihat di gbr 1 jika ada perbedaan efek di salah satu bidang yang tidak sama dengan gbr 2 yg di jadikan patokan, maka salah satu bidang tadi warnanya di berikan efek gelap/terang sampai bidang gbr 1 dan gbr 2 sama. (lihat gbr di bawah) semoga dapat membantu, ototidak bukan masalah ototidak adalah pemecahan masalah, terima kasih🙂

agar efek pewarnaan sama dengan gambar asli

PEREKONOMIAN INDONESIA


  1. UANG

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.

Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.

PERDAGANGAN

Perdagangan”’ atau ”’perniagaan”’ adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau keduanya. Pada masa awal sebelum [[uang]] ditemukan, tukar menukar barang dinamakan barter yaitu menukar barang dengan barang. Pada masa modern perdagangan dilakukan dengan penukaran [[uang]]. Setiap barang dinilai dengan sejumlah uang. Pembeli akan menukar barang atau jasa dengan sejumlah uang yang diinginkan penjual.

SPESIALISASI

Spesialisasi dalam ekonomi adalah suatu bentuk pembagian tenaga kerja di mana individu atau perusahaan memusatkan usaha-usaha produktif mereka pada sebuah kegiatan atau sejumlah kegiatan-kegiatan yang terbatas. Misalnya dokter spesialis anak atau Ford yang menjadi spesialis di bidang industri otomotif. Spesialis dapat memusatkan diri pada pekerjaan sesuai dengan keahliannya. Kebiasaan dan pengulangan akibat tidak terjadinya perpindahan pekerjaan akan meningkatkan keahlian kerja dan penghematan waktu.

 

 

  1. PELAKU KEGIATAN EKONOMI

 

Jika kalian amati masyarakat dengan seksama, maka paling tidak terdapat tiga macam

kegiatan ekonomi yang utama yakni menghasilkan atau memproduksi (kegiatan produksi),

menyalurkan (distribusi), dan menggunakan atau memakai (konsumsi). Kegiatan-kegiatan

tersebut dilakukan oleh pelaku atau subjek ekonomi. Berikut ini kita akan membicarakan

para pelaku kegiatan ekonomi tersebut. Secara garis besar para pelaku kegiatan ekonomi dapat   digolongkan menjadi empat sektor atau kelompok besar yakni rumah tangga, para produsen, pemerintah, dan luar negeri. Marilah kita bicarakan satu per satu.

 

  1. Rumah Tangga

 

Keluarga kita membutuhkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pokok

sehari-hari seperti makan, membayar sekolah kalian, kesehatan, rekreasi dan sebagainya.

Maka orangtua atau keluarga kita harus membelanjakan pendapatan yang diperoleh untuk

membeli atau mengkonsumsi barang dan jasa.

  1. Produsen

 

Para produsen atau RTP ini “membeli” (mempekerjakan) sumber daya atau faktor

produksi dari RTK dan membeli bahan-bahan serta peralatan (misalnya mesin-mesin).

 

RTP menyediakan atau menghasilkan dan menjual barang dan jasa yang dibutuhkan oleh

masyarakat (RTK). Karena itu RTP harus membayar balas jasa kepada faktor-faktor produksi

atau sumber daya yang dipakainya. Hal ini bisa berupa sewa, bunga, dan upah atau gaji.

Sedangkan yang dimaksud dengan hasil adalah barang atau jasa yang diproduksi (output) dan dinilai dalam bentuk uang sesuai dengan harga pasar yang berlaku (revenue atau penerimaan). Jadi,baik input atau biaya maupun output atau barang dan jasa yang dihasilkan (revenue), keduanya dihitung dengan nilai uang.

 

  1. Pemerintah

 

Mengapa pemerintah harus dimasukkan dalam kategori sebagai pelaku ekonomi? Dalam

dunia ekonomi modern pemerintah memegang peranan yang sangat penting. Pemerintahlah

yang mempunyai wewenang untuk mengatur berbagai kegiatan yang dilakukan oleh RTK

maupun RTP.

 

Pemerintah atau sektor negara juga dapat dipandang sebagai suatu „rumah tangga”

atau satuan produksi. Disebut demikian karena pemerintah juga menghasilkan barang dan

jasa tertentu untuk kepentingan umum. Dengan demikian pemerintah juga masuk dalam

kegiatan ekonomi. Artinya pemerintah masuk dalam arus barang dan jasa serta arus uang

dalam perekonomian.

 

  1. Sektor Luar Negeri

 

Sektor luar negeri terdiri atas rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah negara-negara

di dunia ini, mulai dari negara tetangga yang paling dekat seperti Malaysia dan Brunei

Darusalam sampai negara yang paling jauh, negara yang paling kecil sampai negara yang

paling besar.

Hasil produksi kita sebagian disalurkan kepada mereka, di samping untuk memenuhi

permintaan pembeli di dalam negeri. Dengan kata lain kita mengekspor barang dan jasa ke

luar negeri. Ekspor ini harus dibayar dengan uang atau valuta asing (devisa) menurut kurs

yang berlaku. Sebaliknya, kita pun membeli barang dan jasa dari luar negeri atau impor.

Impor ini juga harus kita bayar dengan valuta asing.

Ekspor dan impor barang dan jasa dicatat dalam daftar yang disebut Neraca Perdagangan

(Balance of Trade). Sedangkan semua pembayaran dari atau ke luar negeri dicantumkan         dalam daftar tersendiri yang disebut Neraca Pembayaran (Balance of Payment). Kegiatan ekspor dan impor serta tinggi rendahnya kurs valuta asing (terutama dollar Amerika Serikat) inilah yang berpengaruh besar terhadap kegiatan ekonomi nasional, seperti produksi, tingkat harga, peredaran uang, dan kesempatan kerja.

 

 

3. SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN

Suatu bagan yang menunjukkan aliran pendapatan dan perbelanjaan yang berlaku dalam suatu perekonomian. Sirkulasi aliran pendapatan tersebut dapat dibedakan dalam beberapa bentuk, dan bentuknya tersebut dibuat sesuai dengan analisis ekonomi. Di dalam analisis makroekonomi biasanya sirkulasi aliran pendapatan ini dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu untuk perekonomian dua-sektor, tiga-sektor, dan perekonomian empat-sektor, atau perekonomian terbuka.

Pada dasarnya sirkulasi aliran pendapatan yang digambarkan dalam analisis makroekonomi menunjukkan interaksi diantara sektor perusahaan dengan sektor- sektor yang menjadi pembeli barang-barang yang d iproksikan sektor perusahaan. Aliran pendapatan timbul sebagai akibat :

 

  1. penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki rumah tangga
  2. aliran pajak dan pungutan pemerintah yang lain

 

Sedangkan aliran pembelanjaan timbul sebagai akibat pembelian-pembelian atas barang dan jasa yang dihasilkan sektor perusahaan oleh rumah tangga pemerintah dan penduduk luar negeri.

 

MEKANISME PASAR

Di dalam ekonomi,pasar merupakan suatu mekanisme yang mengijinkan masyarakat melakukan jual beli (perdagangan). Maka bisa diartikan bahwa pasar domestik adalah seluruh kegiatan perdagangan yang berlangsung di suatu negara diluar ekspor impor.

4. KEGAGALAN PASAR

Kegagalan pasar terjadi karena pasar bebas tidak memberikan efisiensi pada perekonomian. Penyebab terjadinya kegagalan pasar antara lain: tersedianya fasilitas umum sehingga sektor swasta tidak tertarik untuk mengelolanya karena tidak mendapatkan keuntungan; persaingan tidak sempurna yang terjadi karena suatu perusahaan mengambil keuntungan dari kekuatan pasar yang dimiliki; informasi asimetris yang terjadi karena suatu perusahaan memiliki informasi yang lebih baik dibandingkan perusahaan lainnya pada sektor atau industri yang lainnya.

pemerintah melalui: pajak dan subsidi; produksi sektor swasta, undang undang mengenai antitrust dan regulasi pemerintah
Namun demikian, terdapat pertentangan terhadap campur tangan pemerintah dalam mencegah terjadinya kegagalan pasar yang disebabkan faktor: kegagalan pemerintah yang dapat menyebabkan kegagalan pasar; penyelanggaraan fasilitas umum yang seharusnya bisa dilaksanakan oleh pihak swasta, tetapi justru dilaksanakan oleh pemerintah; dan terjadinya monopoli dari pemerintah.

 

  1. PASAR MONOPOLI

Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk  pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.

Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).

PASAR OLIGOPOLI

Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.

Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

       PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.

 

  1. Ciri Pasar Oligopoli

Terdapat banyak penjual/ produsen ya ng menguasai pasar.
Barang yang dijual dapat berupa brang homogen atau berbeda corak.
Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk kedalam pasar. Satu diantara para oligopolis merupakan market leader yaitu penjual yang mempunyai pangsa pasar terbesar.

 

  1. EKONOMI SOSIALIS

Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).

 

– Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka.
– Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.

 

Peran pemerintah sangat kuat

 

– Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
– Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.

 

Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

– Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis)
– Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).

 

EKONOMI KAPITALIS

Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.

Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu. Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.

Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar

Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien. Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba.

Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri.

Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).
      CAMPURAN

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :

  • Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
  • Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
  • Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah
  1. PERAN KEBIJAKAN MONETER DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

  1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
  2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

  1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
  2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
  3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
  4. Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

 

  1. KEMISKINAN

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

 

  1. GLOBALISASI

Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.

Contoh perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:

  • Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.

Kehadiran tenaga kerja asing merupakan gejala terjadinya globalisasi tenaga kerja

  • Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari manca negara.
  • Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.
  • Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levi’s, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada selera global.
  • Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.

Thompson mencatat bahwa kaum globalis mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengarai dengan adanya kekuatan pasar dunia.

 

Proses pembuatan Ndengu ndengu


Pengenalan

Ndengu ndengu merupakan salah satu musik tradisional di indonesia yang berada di daerah Bungku, kab. Morowali, prov sulteng, musik ini digunakan dalam acara penyambutan baik itu dalam penyambutan petinggi pemerintahan, petinggi budaya atau dalam acara acara daerah. Musik Ndengu ndengu juga sering di mainkan pada bulan Suci Ramadhan untuk membangunkan orang sahur. dalam menyambut bulan suci ramadhan orang orang suku bungku beramai ramai membuat rumah Ndengu, rumah ini berbentuk rumah tinggi dengan ukuran tinggi kaki min 10 m, dan luas ruangan 2 m persegi.

Proses Pembuatan Rumah Ndengu ndengu

1. Pengambilan bambu untuk kaki rumah dengan tinggi yang di inginkan, seperti halnya pembuatan rumah bambu tersebut di tancapkan sedalam dalamnya agar tiang tersebut terasa sudah kuat.

2. Pengambilan Tali Rotan untuk pengikat Bambu, tali rotan di gunakan untuk pengikat bambu yang jadi penghubung ke  empat kaki rumah tersebut.

3. Pengambilan Papan untuk dinding rumah.

4. Pengambilan rumbia atau daun sagu untuk atap rumah

tepatnya bisa lihat gambar di bawah ini

IMG_7260 IMG_7266

terima kasih..

Akuntansi Susah Karena Tidak di Pahami


Akuntansi adalah ilmu perhitungan yang di mulai dari transaksi awal sampai pada laporan keuangan, tidak hanya memposting angka angka sesuai akun akunya kedalam sebuah jurnal tapi di dalamnya terdapat sebuah analisis juga dapat dipertanggungjawabkan. Ilmu akuntansi sangat luas itu yang menyebabkan sangat sulit di pahami jika kita tidak pernah terus belajar, berlatih termasuk penyelesaian kasus kasus .

Dalam belajar akuntansi harus bertahap atau di buatkan jadwal agar mudah di pahami ilmunya misalnya 3 bulan pertama anda belajar Akuntansi Perusahaan Jasa , 3 bulan berikutnya Akuntansi Perusahaan Manufaktur, Akuntansi Biaya, Akuntansi Keuangan dan seterusnya tapi di dasarkan dengan niat, usaha dan doa dan sering seringlah bertanya kepada yang tahu agar tidak menjadi beban pikiran yang berkepanjangan. semoga bisa membantu

good luck

Contoh Dan Cara Perhitungan Pajak Terutang PPh Badan (PPh Terutang dan PPh Pasal 29) Dengan Peredaran Bruto diatas 4.800.000.000 s/d 50.000.000.000 Untuk Tahun Pajak 2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut :


PT Abadi Sejuk Sekali yang bergerak dibidang perdagangan dalam Tahun Pajak 2012 mempunyai data sebagai berikut :
Peredaran Bruto dari penghasilan yang :
– Dikenai PPh bersifat final 7.000.000.000
– bukan objek pajak 3.000.000.000
– dikenai PPh tidak bersifat final 20.000.000.000
Jumlah 30.000.000.000
Kompensasi kerugian tahun 2011 500.000.000
Kredit Pajak :
– PPh Pasal 22 22.000.000
– PPh Pasal 23 25.000.000
– PPh Pasal 25 3.000.000
Jumlah 50.000.000
Maka Perhitungan PPh Badan adalah sebagai berikut :
Peredaran Bruto dari penghasilan yang :
– Dikenai PPh bersifat final 7.000.000.000
– bukan objek pajak 3.000.000.000
– dikenai PPh tidak bersifat final 20.000.000.000
Jumlah 30.000.000.000
Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang :
– dikenai PPh bersifat final ( 4.000.000.000)
– bukan objek pajak ( 2.000.000.000)
– dikenai PPh tidak bersifat final (18.000.000.000)
Jumlah (24.000.000.000)
Laba usaha
(penghasilan neto usaha) 6.000.000.000
Penghasilan dari luar usaha yang:
– dikenai PPh bersifat final 50.000.000
– dikenai PPh tidak bersifat final 2.500.000.000
Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dari luar usaha yang :
– dikenai PPh bersifat final ( 25.000.000)
– dikenai PPh tidak bersifat final ( 1.000.000.000)
Penghasilan neto dari luar usaha 1.525.000.000
Jumlah seluruh penghasilan neto 7.525.000.000
Koreksi fiskal :
peredaran bruto dari penghasilan yang dikenai PPh berisfat final ( 7.000.000.000)
peredaran bruto dari penghasilan yang bukan objek pajak ( 3.000.000.000)
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang dikenai PPh bersifat final 4.000.000.000
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang bukan objek pajak 2.000.000.000
peredaran dari luar usaha yang dikenai PPh bersifat final ( 50.000.000)
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dari luar usaha yang dikenai PPh bersifat final 25.000.000
Jumlah ( 4.025.000.000)
Jumlah seluruh penghasilan neto setelah koreksi fiskal 3.500.000.000
Kompensasi kerugian ( 500.000.000)
Penghasilan Kena Pajak 3.000.000.000
Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang memperoleh fasilitas :
4.800.000.000 X 3.000.000.000 30.000.000.000 480.000.000
Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas :
3.000.000.000- 480.000.000 2.520.000.000
PPh Terutang :
(50% x 25%) x 480.000.000 60.000.000
25% x 2.520.000.000 630.000.000
Jumlah PPh Terutang 690.000.000
Kredit Pajak :
– PPh Pasal 22 22.000.000
– PPh Pasal 23 25.000.000
– PPh Pasal 25 3.000.000
Jumlah 50.000.000
PPh Kurang Bayar / PPh Pasal 29
(690.000.000 – 50.000.000) 640.000.000
Jadi Pajak Penghasilan Terutang PT. Abadi Sejuk Sekali Tahun 2012 sebesar : Rp.690.000.000,-, sedangkan PPh Pasal 29 yang harus disetor adalah sebesar Rp.640.000.000,-

Selamat Belajar yah……..🙂