Akuntansi Susah Karena Tidak di Pahami

Akuntansi adalah ilmu perhitungan yang di mulai dari transaksi awal sampai pada laporan keuangan, tidak hanya memposting angka angka sesuai akun akunya kedalam sebuah jurnal tapi di dalamnya terdapat sebuah analisis juga dapat dipertanggungjawabkan. Ilmu akuntansi sangat luas itu yang menyebabkan sangat sulit di pahami jika kita tidak pernah terus belajar, berlatih termasuk penyelesaian kasus kasus .

Dalam belajar akuntansi harus bertahap atau di buatkan jadwal agar mudah di pahami ilmunya misalnya 3 bulan pertama anda belajar Akuntansi Perusahaan Jasa , 3 bulan berikutnya Akuntansi Perusahaan Manufaktur, Akuntansi Biaya, Akuntansi Keuangan dan seterusnya tapi di dasarkan dengan niat, usaha dan doa dan sering seringlah bertanya kepada yang tahu agar tidak menjadi beban pikiran yang berkepanjangan. semoga bisa membantu

good luck

Contoh Dan Cara Perhitungan Pajak Terutang PPh Badan (PPh Terutang dan PPh Pasal 29) Dengan Peredaran Bruto diatas 4.800.000.000 s/d 50.000.000.000 Untuk Tahun Pajak 2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut :

PT Abadi Sejuk Sekali yang bergerak dibidang perdagangan dalam Tahun Pajak 2012 mempunyai data sebagai berikut :
Peredaran Bruto dari penghasilan yang :
- Dikenai PPh bersifat final 7.000.000.000
- bukan objek pajak 3.000.000.000
- dikenai PPh tidak bersifat final 20.000.000.000
Jumlah 30.000.000.000
Kompensasi kerugian tahun 2011 500.000.000
Kredit Pajak :
- PPh Pasal 22 22.000.000
- PPh Pasal 23 25.000.000
- PPh Pasal 25 3.000.000
Jumlah 50.000.000
Maka Perhitungan PPh Badan adalah sebagai berikut :
Peredaran Bruto dari penghasilan yang :
- Dikenai PPh bersifat final 7.000.000.000
- bukan objek pajak 3.000.000.000
- dikenai PPh tidak bersifat final 20.000.000.000
Jumlah 30.000.000.000
Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang :
- dikenai PPh bersifat final ( 4.000.000.000)
- bukan objek pajak ( 2.000.000.000)
- dikenai PPh tidak bersifat final (18.000.000.000)
Jumlah (24.000.000.000)
Laba usaha
(penghasilan neto usaha) 6.000.000.000
Penghasilan dari luar usaha yang:
- dikenai PPh bersifat final 50.000.000
- dikenai PPh tidak bersifat final 2.500.000.000
Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dari luar usaha yang :
- dikenai PPh bersifat final ( 25.000.000)
- dikenai PPh tidak bersifat final ( 1.000.000.000)
Penghasilan neto dari luar usaha 1.525.000.000
Jumlah seluruh penghasilan neto 7.525.000.000
Koreksi fiskal :
peredaran bruto dari penghasilan yang dikenai PPh berisfat final ( 7.000.000.000)
peredaran bruto dari penghasilan yang bukan objek pajak ( 3.000.000.000)
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang dikenai PPh bersifat final 4.000.000.000
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang bukan objek pajak 2.000.000.000
peredaran dari luar usaha yang dikenai PPh bersifat final ( 50.000.000)
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dari luar usaha yang dikenai PPh bersifat final 25.000.000
Jumlah ( 4.025.000.000)
Jumlah seluruh penghasilan neto setelah koreksi fiskal 3.500.000.000
Kompensasi kerugian ( 500.000.000)
Penghasilan Kena Pajak 3.000.000.000
Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang memperoleh fasilitas :
4.800.000.000 X 3.000.000.000 30.000.000.000 480.000.000
Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas :
3.000.000.000- 480.000.000 2.520.000.000
PPh Terutang :
(50% x 25%) x 480.000.000 60.000.000
25% x 2.520.000.000 630.000.000
Jumlah PPh Terutang 690.000.000
Kredit Pajak :
- PPh Pasal 22 22.000.000
- PPh Pasal 23 25.000.000
- PPh Pasal 25 3.000.000
Jumlah 50.000.000
PPh Kurang Bayar / PPh Pasal 29
(690.000.000 – 50.000.000) 640.000.000
Jadi Pajak Penghasilan Terutang PT. Abadi Sejuk Sekali Tahun 2012 sebesar : Rp.690.000.000,-, sedangkan PPh Pasal 29 yang harus disetor adalah sebesar Rp.640.000.000,-

Selamat Belajar yah…….. :)

Kebebasan Mencintai

Sejarah mustahil terulang kembali dan adalah kemustahilan untuk merubah sejarah, dictum kesucian hukum sejarahini bukanlah berarti memustahilkan juga kehendak manusia dalam sejarah. Banyakyang berpahaman sejarah dapat di ulang dan dirubah kembali sebagai bentukkebebasan manusia, tapi sebenarnya yang mereka ulang dan mereka rubah bukanlahsejarah itu sendiri, keterulangan dan perubahan itu tidak lain berubahnya pilihan kehendak manusia dalam melakoni sejarah yang tentu saja dilandasi oleh kesadaran.
Disetiap lembaran catatan jiwa kita yang paling dalam tertulis kenangan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dalam hidup kita. Catatan jiwa itu layaknya sebuah buku tebal yang terdiri dari bab kesenangan dan bab kesulitan, bab tangisan dan bab tawa, bab kebahagiaandan bab penderitaan, pendahuluan dari buku catatan itu tentu saja kesadaran & pengetahuan dan akhir dari bab catatan itu adalah harapan-harapan. Fakta ini diungkapkan oleh para filosof dengan ungkapan mereka, “Jiwa dalam (kondisi)ketunggalannya adalah (himpunan) semua daya (an-nafsu fi wahdatiha kullul-quwa)”.
Kupu-kupu dengan sayap warna indahnya mengabarkan berita kehadiran sang mawar di taman hikmah, sang pengembara sejenak terhenti dalam langkah perantauannya membuka kembali lembaran catatannya tentang sang mawar. ‘Bukankah ia sedang bersemi di musim semi ini di taman firdaus, mengapa ia harus turun terbang jauh ke taman hikmah yang hanya diterangi oleh cahaya lilin yang redup?’ Bisik sang pengembara. Desiran angin yang lembut dari kepakan sayap kupu-kupu menuliskan, ‘Sang mawar turun dari tamannya menyebarkan pesona dan keharumannya’.

Sang pengembara menatap bulan yang sedang bercengkerama di peraduannya bersama dua bintang kecil disampingnya. Ujarnya pada dirinya sendiri, Kawan, sekalipun hatimu senantiasa cenderung pada kekasihyang amat kau cintai dengan segenap jiwa dan raga, bahkan engkau merasa menjadibudak bagi seseorang yang menunjukkan rasa hormat dan rendah hati pada kekasihmu, tetapi karena cintamu pada sang kekasih hanya bertepuk sebelahtangan – kendati engkau juga memperoleh manfaat dan keuntungan dari cinta ini,yang dalam ungkapanmu bahwa engkau telah menjadi tua renta karena cinta ini –maka sebaiknya engkau memilih jalan lain (Hafiz). Sang pengembara tersenyumlalu melanjutkan perjalanannya kembali menelusuri terjalnya bukit demi meraih hakekat cahaya sejati yang termanifestasikan pada keindahan cahaya bulan.
Realitas-realitas yang berubahdan menjadi baru di alam pada hakekatnya bukanlah realitas yang baru, manusiatidaklah pernah ‘menghasilkan’ sesuatu yang baru, manusia hanyalah memperolehdengan ‘menciptakan’ sesuatu yang baru dari sesuatu yang lama. Berfikir adalah suatu upaya yang dilakukan oleh otak dengan tujuan memperoleh suatu tasdik baruatau pengetahuan baru dari sebagian pengetahuan terdahulu (Falsafahtuna hal.20). Alam (materi) tidaklah pernah mengalami perubahan yang hakiki, yangmengalami perubahan yang hakiki adalah ‘diri’ pada manusia itu sendiri, apakah intensitas ‘diri’ akan menaik ataukah intensitas ‘diri’ akan menurun, bergantung pada persepsi pelaku perubahan itu sendiri. Pandangan ini mungkin bertentangandengan teori idealism plato dengan teori evolusi Darwin yang dasarnya adalah materialisme yang memandang bahwa alam materi hakekatnya senantiasa berubah dan perubahan itu pasti.
Sebuah cerita tashawwur konsep pengingatan kembali Platon, Socrates memiliki beberapa murid diantara muridnya (senior platon) sedang berdebat tentang alam yang berubah dengan alam yang tidak berubah (tetap). Salah satunya menjelaskan keberubahan alam bahwa airsungai disana kemarin berbeda dengan air sungai yang disana sekarang, saya yang kemarin disini bukanlah saya yang sekarang disini, seorang murid lainnyamenimpali dengan menjelaskan ketakberubahan alam bahwa air sungai disana samasaja dengan air sungai sekarang disana, begitupun saya yang kemarin disini sama saja dengan diri saya yang sekarang disini. Dari perdebatan ini muncullahkonsep alam idea dan alam materi Platon, dengan penjelasan bahwa sesuatu yangtetap hanya ada di alam idea sedangkan sesuatu yang berubah terjadi di alam materi (untuk lebih jelasnya tentang teori Platon, begitupun teori evolusi materialism silahkan merujuk kepada buku referensi yang ada).
Sekarang marilah kita uji teori platon dengan teori evolusi materialism tentang keberubahan alam denganmenghubungkannya dengan konsep cinta kebebasan manusia di alam. Apakah dengan teori Platon dan Teori evolusi materialisme akan mensucikan kehendak bebas yangdimiliki oleh manusia di alam ataukah sebaliknya?. Pengujian dan kesimpulannya saya serahkan kepada teman-teman sebagai bentuk penghormatan saya kepada cinta akan kebebasan.

AKUNTANSI PENDAPATAN DAN BIAYA PENDAPATAN BANK

Jenis-Jenis Pendapatan Bank diantaranya :
• Pendapatan Operasional
 Pendapatan bunga debitur
 Pendapatan komisi dan provisi
 Pendapatan atas transaksi valuta asing
 Pendapatan Operasional lain ( mis. Deviden, L/R penjualan surat berharga)

• Pendapatan Non Operasional
 Pendapatan dari penjualan aktiva tetap
 Pendapatan dari penyewaan fasilitas gedung yang dimiliki oleh bank

• Pendapatan Luar Biasa
Pendapatan yang memenuhi kriteria bersifat tidak normal dan tidak sering terjadi

Pengakuan dan Akuntansi Pendapatan Bank

Pengakuan pendapatan bank pada dasarnya adalah secara acrual basis kecuali untuk aktiva produktif yang digolongkan sebagai non-performing loans diakui secara cash basis

Akuntansi Pendapatan Bank

Pendapatan bunga debitur performing ( acrual basis)

D : Pendapatan bunga debitur yang masih harus diterima Rp xx
K : Pendapatan bunga debitur Rp xx

Pada saat menerima bunga :
D : Kas Rp xx
K : Pendapatan bunga debitur yang masih harus diterima Rp xx

Pendapatan bunga debitur non performing (Cash Basis)

D : Rekening administratif Rup – tunggakan bunga Rp xx

Pada saat menerima hasil bunga:
D : Kas Rp xx
K : Pendapatan bunga debitur Rp xx

Provisi dan Komisi
Provisi dan komisi diperlakukan sebagai pendapatan atau beban yang ditangguhkan dan diamortisasikan secara sistematis selama jangka waktu komitmen kredit.

Jika komitmen diselesaikan sebelum jangka waktunya maka sisa komisi dan provisi diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat penyelesaian komitmen tersebut.

Jurnal:
Saat persetujuan kredit:
D : Kas Rp xx
K : Provisi Kredit diterima dimuka Rp xx
Saat amortisasi:
D : Provisi kredit diterima dimuka Rp xx
K : Pendapatan provisi kredit Rp xx

Pendapatan atas transaksi valas
Pendapatan atas transaksi valas lazimnya berasal dari selisih kurs. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi valas harus diakui sebagai pendapatan atau beban dalam perhitungan laba-rugi periode berjalan.

BIAYA BANK
1. PENGERTIAN
Yang dimaksud biaya adalah semua biaya yang secara langsung maupun tidak langsung telah dimanfaatkan untuk menciptakan pendapatan dalam suatu periode tertentu.
Biaya yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan periode berikutnya.

2. JENIS – JENIS BIAYA BANK
a. Biaya Operasional, terdiri dari :
- Biaya Bunga
Biaya ini paling besar porsinya terhadap biaya bank keseluruhan. Biaya ini harus diantisipasikan oleh bank pada penutupan tahun buku atau pada tanggal laporan.
Biaya Valuta Asing
Biaya dalam transaksi valuta asing biasanya muncul dari selisih kurs yang merugi.
Munculnya kerugian selisih kurs baik dari transaksi spot, forward, maupun swap akan dibebankan ke dalam laporan laba rugi.

- Biaya Overhead
Dalam operasi bank sehari-hari diperlukan biaya untuk mengolah transaksi. Biaya ini berhubungan langsung dengan periode terjadinya sehingga harus dicatat dan diakui sebagai beban periode berjalan.

Biaya overhead yang terjadi di bank memiliki ciri-ciri :
 Tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan jasa yang dihasilkan karena biaya yang dikeluarkan untuk semua kegiatan bank
 Menjadi biaya pada periode terjadinya
 Tidak memberikan manfaat untuk masa yang akan datang

Contoh biaya overhead : biaya gaji pegawai, tunjangan-tunjangan, biaya penyusutan aktiva tetap, biaya kegiatan kantor dll.

b. Biaya Non Operasional
Yaitu biaya–biaya yang yang dikeluarkan yang tidak berkaitan dengan kegiatan utama bank misalnya kerugian dari penjualan aktiva tetap.

Pos Luar Biasa
Biaya ini harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi disertai pengungkapan atas sifat dan jumlahnya.
Biaya luar biasa kejadiannya tidak normal dan tidak sering terjadi atau tidak terulang lagi di masa yang akan datang.
Misal : peristiwa gempa bumi

d. Koreksi Masa Lalu
Koreksi yang dilakukan terhadap laba rugi periode lalu misalnya kesalahan perhitungan, kelalaian mencatat suatu transaksi harus tetap diungkapkan

e. Pajak Penghasilan
Pajak penghasilan dihitung berdasarkan laba menurut akuntansi atau laba kena pajak (taxable income) untuk diperhitungkan dengan tarif pajak penghasilan.

PENGAKUAN DAN AKUNTANSI BIAYA BANK
Biaya diakui secara accrual basis, artinya selalu diakui dan dibebankan ke dalam perhitungan laba rugi saat jatuh waktu tanpa terlebih dahulu menunggu pembayaran.
Pembayaran biaya dimuka harus dialokasikan ke dalam rekening biaya secara proporsional.

Kombinasi Kartu Footballsaga 2

Basic Skill Card >>> Complete
Persentase Keberhasilan sekitar 60% – 80%
———————————————————————
Spirit + Spirit = Basic Grip (Han +2)
Spirit + Passion = Sprinting (Spd +2)
Spirit + Intelligence = Basic Trick (Drib +2)
Spirit + Loyalty = Legal Vitamin (Phy +2)
Courage + Courage = Zone Mark (Mar +2)
Courage + Passion = Basic Jump (Jump +2)
Courage + Intelligence = Basic Pass (Pass +2)
Passion + Passion = Charge (Tac +2)
Passion + Loyalty = Basic Sensing (Ref +2)
Intelligence + Intelligence = basic vision (Con +2)
Intelligence + Loyalty = Basic Set Play (Spc +2)

*Basic Shoot (SHO +3 SPC +2) = rare card (hanya bisa didapatkan dari fortune box)

———————————————————————
Power Play >>> Complete
Persentase Keberhasilan sekitar 40% – 60%
———————————————————————
Spirit + Basic Trick = Feint (Drib +4)
Spirit + Basic Grip = Power Grip (Han +4)
Spirit + Zone mark = Man 2 Man (Mar +4)
Passion + Basic Jump = Power Jump (Aer +4)
Passion + Charge = Quick Steal (Tac +4)
Inteligence + Basic Pass = Through Pass (Pas +4)
Inteligence + Basic Shoot = Power Shoot (Sho +4)
Inteligence + Basic Vision = Focus (Con +4)
Loyalty + Charge = Body Charge (Phy +4)
Loyalty + Basic Set Play = Corner Kick (Spc +4)
Loyalty + Basic Sensing = Quick Response (Ref +4)

*Power Sprint (Spd +6 Phy +2) = rare card (hanya bisa didapatkan dari fortune box)
———————————————————————-
Advance Play >>> Complete
Persentase keberhasilan sekitar 60% – 80%
———————————————————————-
Basic Shoot + Intelligence + Passion = Drive Shoot (Sho +4, Spc +4)
Legal Vitamin + Loyalty + Courage = Spirited Up (Con +4, Phy +4)
Basic Shoot + Intelligence + Spirit = First Time Shoot (Ref +4, Con +4)
Legal Vitamin + Spirit + Loyalty = Last Breath (Spd +4, Phy +4)
Basic Pass + Intelligence + Courage = One-Two Pass (Drb +4, Pas +4)
Basic Jump + Passion + Courage = Aerial Attack (Ref +4, Aer +4)
Zone Mark + Loyalty + Loyalty = Zone Lock (Mar +4, Tac +4)
Charge + Passion + Passion = Essence of Defense (Tac +4, AER +4)
Basic Set Play + Spirit + Passion = Direct Attack (Sho +4, Pas +4)
Basic Sensing + Spirit + Spirit = Cross Prevention (Han +4, Aer +4)
Basic Pass + Loyalty + Intelligence = Counter Cross (Spd +4, Pas +4)

*Diving Saves (Han +6, Mar +6) = rare card (hanya bisa didapatkan dari fortune box)

Rumus
Advance Play = Basic + elemen + elemen

*Thx to agan Iyang Imi & Alvaldo atas bangkitnya resep Advance Play
———————————————————————-
Daily Pro
———————————————————————-
Drinking Water = basic sensing + legal vitamin + spirit + spirit
(stats : CND +5%)
Bargain Price = Basic Trick + Zone Mark + Courage + Courage
(stats : DISC +5%)
Highly Motivated = Basic Sensing + Zone Mark + Spirit + Spirit
(stats : EXP + 1 )
Small Discount = Basic Vision + Basic Set Play + Passion + Passion
(stats : Disc +2% Shop)
Isotonic Water (CND +10%) = basic pass + legal vitamin + spirit + spirit
(stats : CND +10%)
Personal Sponsor = Basic Jump + Basic Grip + Loyalty + Loyalty
stats : +10% Gold Gain (Challenge))

———————————————————————-
Fantasia >>> Complete
———————————————————————-
Basic Pass + Through Pass + Spirit + Passion = Rabona (Pas +10, Spd +5)
Basic Sensing + Quick Response + Spirit + Courage = Collapse Dive (Han +10, Ref +5)
Basic Grip + Power Grip + Passion + Intelligent = Keep The Ball (Phy +10, Drb +5)
Basic Jump + Power Jump + Courage + Courage = Glancing Header (Aer +10, Phy +5)
Charge + Body Charge + Courage + Passion = Rough Tackle (Tac +10, Mar +5)
Sprinting + Power Sprint + Spirit + Courage = Kick n Rush ( SPD +10 – PHY +5 )
Basic Trick + Through Pass + Passion + Intelligence = Fantasista ( DRB +10 – PAS +5 )
Basic shoot + Power Jump + Spirit + Courage = Instep Drive ( SHT +10 – REF +5 )
Basic set play + Focus + intelligence + loyalty = El Capitano ( CON +10 – PAS +5 )
Quick Response + Basic Set Play + Intelligence + loyality = Offside Trap ( MAR +10 – CON +5 )
Basic Pass + Feint + Courage + Passion = Pedalada ( SPD +10 – DRB +5 )

*Future Legend (SPC +15, CON+5) = rare card (hanya bisa didapatkan dari fortune box)

*Thank so much to agan Arbalest, Kalax Man, Kaz Shu, dsb atas kesediannya untuk share kebangkitan resep fantasia yg paling dinanti-nanti kita semua Big Grin
———————————————————————-
Lifestyle [UPDATE]
———————————————————————-
bargain price + zone lock + loyalty + loyalty + intelligence = Villa (Gold +10% (challenge), CND +1%)
isotonic Water + essence of defense + passion + courage + courage = Body Building (PHY +15, AER+15, CON-30%)
Drinking Water + Passion + Spirited Up + Passion + Passion = Jet Set (GOLD +5%, DISC +5%)
Drinking Water + Passion + Drive Shoot + Passion + Courage = Night Life (TAC +15, MAR +15, CND -50%)

———————————————————————-
MAESTRO >>> Complete
———————————————————————-
Collapse Dive + Quick Response + Courage + Courage = High Diving Saves (Han +10, Aer +10)
Pedalada + Feint + Intelligence + Courage = Roulette (SPD +10, DRB +10)
El Capitano + Body Charge + Spirit + Passion = Grand Finale (CON +10, PHY +10)
Rabona+ Feint + Passion + Courage = Hocus Pocus (CON +10, DRB +10)
El Capitano + Quick Response + Loyalty + Loyalty = Nationalism (TAC+10, PAS +10)
glancing header + power shoot + spirit + courage = Diving Header (SHO +10, AER +10)
Instep drive + Power Shot + Spirit + Loyalty = Ground Kick (PAS +10, SPC +10)
offside trap + focus + loyalty + courage = Jockeying (MAR +10, CON +10)
Keep the ball + quick Response + Passion + Passion = Sombrero (Ref +10, Spd +10)
Fantasista + Quick Steal + Spirit + Spirit = Past Glory (MAR +10, PHY +10)
Keep the ball + Power Sprint + Passion + Spirit = Possession Football (PAS +10, DRB +10)

*Nutmeg (SPD +15, CON +15) rare card, hanya bisa didapatkan dari fortune box

Intinya,

Combine 2 kartu + gagal = Element
Combine 3 kartu + gagal = Basic Skill
Combine 4 kartu + gagal = Power Play
Combine 5 kartu + gagal = Advance Play

Keterangan:
- Kartu berjenis apapun, yang penting memenuhi jumlah kartu yang dikombinasikan
- Kartu yang didapat random
- Saya sudah mencobanya dengan menggunakan 5 kartu Advance Play, gagal, sehingga mendapatkan kartu Advance lagi

sumber : ted2046 http://forum.agategames.com/showthread.php?tid=1077&highlight=combine+card

TEORI BISNIS DAN KEBANGKRUTAN SUATU ORGANISASI

Posted by Buyung Syafei pada 30 November 2007

Organisasi bisnis tunduk pada teori bisnis terdiri dari: lingkungan, pernyataan misi, dan kompetensi inti (Peter Drucker).

Lingkungan organisasi adalah lingkungan luas (ekonomi, politik, teknologi, dan sosial), lingkungan industri atau lingkungan persaingan menurut M.Porter adalah pesaing, barang substitusi, pemasok, dan pembeli; sedangkan lingkungan internal adalah fungsi-fungsi organisasi (pemasaran, operasi, keuangan, sdm, R&D, rekayasa kembali).

Pernyataan Misi dan Pernyataan Visi
Goals dan objectives sering diringkas ke dalam suatu pernyataan misi atau penyataan visi. Suatu pernyataan visi menggambarkan peta ke mana anda ingin berada masa yang akan datang. Dia menggambarkan bagaimana anda melihat peristiwa-peristiwa dalam 10 atau 20 tahun akan datang jika segala sesuatu berjalan pasti seperti anda harapkan. Suatu pernyataan misi dan pernyataan visi adalah sama, kecuali pernyataan misi tersebut lebih dekat. Dia merinci apa yang anda mau lakukan sekarang untuk mencapai tujuan anda. Umpamanya pernyataan misi singkat Ford “Kualitas adalah pekerjaan nomor satu”. Tetapi kebanyakan dari pernyataan misi lebih rinci yang sering menggambarkan apa yang akan dilakukan, untuk siapa, dan mengapa. Bill Gates mempunyai misi yang sederhana :” Sebuah personal computer di atas setiap meja, dan setiap computer menggunakan software Microsoft”.

Menurut hasil penelitian Jones dan Kahaner (1999) para manajer lebih menyukai pernyataan misi daripada alat apapun yang lain, karena memungkinkan untuk membuat perbedaan dalam apakah sebuah perusahaan sukses atau gagal.

Pernyataan misi perusahaan kadang-kadang disebut pernyataan nilai, kredo, atau prinsip perusahaan sebagai lampu pembimbimg keuangan perusahaan yang operasional dan etis. Dia bukan moto atau slogan, dia mengutarakan tujuan, impian, perilaku, budaya, dan strategi perusahaan melebihi dokumen apapun juga lainnya. Pernyataan misi dengan cepat dapat memberi tahu bagaimana perusahaan dapat bertindak.

Pernyataan misi bukan hanya konsep dan falsafah yang dirancang, tetapi gagasan yang dipikirkan secara matang dan cermat. Dengan demikain pernyataan misi dapat membantu perusahaan mencapai dan melampaui impian keuangan mereka, memperlakukan karyawan mereka dengan baik, membebaskan perusahaan dari krisis, dan mermperlihatkan ke luar hal yang benar untuk dilakukan. Pernyataan misi dapat dibandingkan sebagai peta jalan untuk jalan raya.

Pada tahun 1980-an menurut hasil penelitian Jones dan Kahaner (1999:7) banyak perusahaan menulis atau menulis kembali pernyataan misi mereka dengan adanya rekayasa ulang, perampingan, restrukturisasi secara mendasar. Mereka memerlukan falasafah baru untuk mengatasi iklim bisnis yang senantiasa berubah, yang mencakup kesadaran atas keragaman budaya, pemeberdayaan pekerja, globalisasi, fungsi pelayan lingkungan, mutu total, kerjasama tim, dan penekanan pada pelanggan. Pernyataan misi digunakan sebagai alat “menghimpun pasukan”, serta memberlakukan budaya atau perilaku perusahaan.

Beberapa contoh pernyataan misi perusahaan, misalnya :

- AT&T : Rasa hormat kepada individu, pengabdian untuk membantu pelanggan, standar integritas tinggi, inovasi, kerjasama tim.
- Boeing – misi jangka panjang, menjadi perusahaan penerbangan ruang angkasa nomor satu di dunia perusahaan industri utama dalam pengertian mutu, kemampuan memperoleh keuntungan, danpertumbuhan.

Kompetensi inti adalah sesuatu yang organisasi dapat lakukan dengan baik dan memenuhi tiga kondisi yang dispesifikasikan oleh Hamel & Prahalad (1990) : menjamin manfaat bagi pelanggan, sukar ditiru oleh pesaing-pesaing, dapat mengungkit secaras luas banyak produk dan pasar. Kompetensi inti dapat mengambil beberapa bentuk : pengetahuan teknis, proses yang handal, berhubungan erat dengan para pelanggan dan pemasok. Ia juga mencakup pengembangan produk dan budaya organisasi seperti dedikasi karyawan. Teori bisnis modern menyarankan agar aktivitas-aktivitas yang bukan bagian dari kompetensi dilakukan dengan outsourcing. Jika suatu kompetensi inti menghasilkan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan, maka ini disebut keunggulan bersaing yang berkelanjutan.

Lingkungan organisasi, baik lingkangan luas, lingkungan bersaing, dan faktor-faktor internal selalu berubah. Perubahan-perubahan tersebut sering terjadi dengan seketika dan kadang-kadang sukar untuk diramalkan sebelumnya.. Untuk mempertahankan kompetensi inti, bila terjadi perubahan-perubahan lingkungan, maka pernyataan misi harus disesuaikan dengan perubahan-perubahan tersebut.

Tetapi, keberhasilan organisasi sering membuat manajemen atau pemilik perusahaan menjadi buta, sehingga tidak dapat lagi melihat suatu kebenaran berupa suatu kebutuhan organisasi yang harus dipenuhi. Disinilah letak mulainya kebangkrutan suatu organisasi baik bisnis, maupun non bisnis seperti lembaga pendidikan, rumah sakit, dan lain-lain organisasi.

Memang suatu ironi yang umumnya terjadi pada organisasi atau perusahaan di Indonesia, kebangkrutan segera terjadi setelah menikmati suatu keberhasilan sesaat.

Resepnya adalah ikutilah hukum-hukum bisnis yang didasarkan pada teori bisnis; terapkanlah : transformational leadership yang memberikan inspirasi pada karyawan dan melibatkannya dalam penetapan misi; transcedental leadership yang mengandung unsur-unsur spiritual sehingga kalau perusahaan menjadi kaya tidak berubah menjadi kikir (bakhil); dan quite leadership mengajarkan dan memberikan otonomi pada karyawan untuk menjadi inovatif dan kreatif; tinggalkanlah transactional leadership yang mendasarkan pada perintah.

TEORI BISNIS DAN KEBANGKRUTAN SUATU ORGANISASI

Posted by Buyung Syafei pada 30 November 2007

Organisasi bisnis tunduk pada teori bisnis terdiri dari: lingkungan, pernyataan misi, dan kompetensi inti (Peter Drucker).

Lingkungan organisasi adalah lingkungan luas (ekonomi, politik, teknologi, dan sosial), lingkungan industri atau lingkungan persaingan menurut M.Porter adalah pesaing, barang substitusi, pemasok, dan pembeli; sedangkan lingkungan internal adalah fungsi-fungsi organisasi (pemasaran, operasi, keuangan, sdm, R&D, rekayasa kembali).

Pernyataan Misi dan Pernyataan Visi
Goals dan objectives sering diringkas ke dalam suatu pernyataan misi atau penyataan visi. Suatu pernyataan visi menggambarkan peta ke mana anda ingin berada masa yang akan datang. Dia menggambarkan bagaimana anda melihat peristiwa-peristiwa dalam 10 atau 20 tahun akan datang jika segala sesuatu berjalan pasti seperti anda harapkan. Suatu pernyataan misi dan pernyataan visi adalah sama, kecuali pernyataan misi tersebut lebih dekat. Dia merinci apa yang anda mau lakukan sekarang untuk mencapai tujuan anda. Umpamanya pernyataan misi singkat Ford “Kualitas adalah pekerjaan nomor satu”. Tetapi kebanyakan dari pernyataan misi lebih rinci yang sering menggambarkan apa yang akan dilakukan, untuk siapa, dan mengapa. Bill Gates mempunyai misi yang sederhana :” Sebuah personal computer di atas setiap meja, dan setiap computer menggunakan software Microsoft”.

Menurut hasil penelitian Jones dan Kahaner (1999) para manajer lebih menyukai pernyataan misi daripada alat apapun yang lain, karena memungkinkan untuk membuat perbedaan dalam apakah sebuah perusahaan sukses atau gagal.

Pernyataan misi perusahaan kadang-kadang disebut pernyataan nilai, kredo, atau prinsip perusahaan sebagai lampu pembimbimg keuangan perusahaan yang operasional dan etis. Dia bukan moto atau slogan, dia mengutarakan tujuan, impian, perilaku, budaya, dan strategi perusahaan melebihi dokumen apapun juga lainnya. Pernyataan misi dengan cepat dapat memberi tahu bagaimana perusahaan dapat bertindak.

Pernyataan misi bukan hanya konsep dan falsafah yang dirancang, tetapi gagasan yang dipikirkan secara matang dan cermat. Dengan demikain pernyataan misi dapat membantu perusahaan mencapai dan melampaui impian keuangan mereka, memperlakukan karyawan mereka dengan baik, membebaskan perusahaan dari krisis, dan mermperlihatkan ke luar hal yang benar untuk dilakukan. Pernyataan misi dapat dibandingkan sebagai peta jalan untuk jalan raya.

Pada tahun 1980-an menurut hasil penelitian Jones dan Kahaner (1999:7) banyak perusahaan menulis atau menulis kembali pernyataan misi mereka dengan adanya rekayasa ulang, perampingan, restrukturisasi secara mendasar. Mereka memerlukan falasafah baru untuk mengatasi iklim bisnis yang senantiasa berubah, yang mencakup kesadaran atas keragaman budaya, pemeberdayaan pekerja, globalisasi, fungsi pelayan lingkungan, mutu total, kerjasama tim, dan penekanan pada pelanggan. Pernyataan misi digunakan sebagai alat “menghimpun pasukan”, serta memberlakukan budaya atau perilaku perusahaan.

Beberapa contoh pernyataan misi perusahaan, misalnya :

- AT&T : Rasa hormat kepada individu, pengabdian untuk membantu pelanggan, standar integritas tinggi, inovasi, kerjasama tim.
- Boeing – misi jangka panjang, menjadi perusahaan penerbangan ruang angkasa nomor satu di dunia perusahaan industri utama dalam pengertian mutu, kemampuan memperoleh keuntungan, danpertumbuhan.

Kompetensi inti adalah sesuatu yang organisasi dapat lakukan dengan baik dan memenuhi tiga kondisi yang dispesifikasikan oleh Hamel & Prahalad (1990) : menjamin manfaat bagi pelanggan, sukar ditiru oleh pesaing-pesaing, dapat mengungkit secaras luas banyak produk dan pasar. Kompetensi inti dapat mengambil beberapa bentuk : pengetahuan teknis, proses yang handal, berhubungan erat dengan para pelanggan dan pemasok. Ia juga mencakup pengembangan produk dan budaya organisasi seperti dedikasi karyawan. Teori bisnis modern menyarankan agar aktivitas-aktivitas yang bukan bagian dari kompetensi dilakukan dengan outsourcing. Jika suatu kompetensi inti menghasilkan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan, maka ini disebut keunggulan bersaing yang berkelanjutan.

Lingkungan organisasi, baik lingkangan luas, lingkungan bersaing, dan faktor-faktor internal selalu berubah. Perubahan-perubahan tersebut sering terjadi dengan seketika dan kadang-kadang sukar untuk diramalkan sebelumnya.. Untuk mempertahankan kompetensi inti, bila terjadi perubahan-perubahan lingkungan, maka pernyataan misi harus disesuaikan dengan perubahan-perubahan tersebut.

Tetapi, keberhasilan organisasi sering membuat manajemen atau pemilik perusahaan menjadi buta, sehingga tidak dapat lagi melihat suatu kebenaran berupa suatu kebutuhan organisasi yang harus dipenuhi. Disinilah letak mulainya kebangkrutan suatu organisasi baik bisnis, maupun non bisnis seperti lembaga pendidikan, rumah sakit, dan lain-lain organisasi.

Memang suatu ironi yang umumnya terjadi pada organisasi atau perusahaan di Indonesia, kebangkrutan segera terjadi setelah menikmati suatu keberhasilan sesaat.

Resepnya adalah ikutilah hukum-hukum bisnis yang didasarkan pada teori bisnis; terapkanlah : transformational leadership yang memberikan inspirasi pada karyawan dan melibatkannya dalam penetapan misi; transcedental leadership yang mengandung unsur-unsur spiritual sehingga kalau perusahaan menjadi kaya tidak berubah menjadi kikir (bakhil); dan quite leadership mengajarkan dan memberikan otonomi pada karyawan untuk menjadi inovatif dan kreatif; tinggalkanlah transactional leadership yang mendasarkan pada perintah.

ANALISIS YURIDIS MENGENAI DUALISME KEWENANGAN MENGADILI TINDAK PIDANA KORUPSI ANTARA PENGADILAN NEGERI DAN PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI

  1. A.           Latar Belakang

Negara Republik Indonesia  merupakan negara berdasarkan hukum, yang tunduk terhadap undang – undang dasar 1945 dan pancasila yang terdiri dari berbagai aspek dan norma – norma hukum yang harus ditaati oleh setiap orang guna mewujudkan ketertiban disegala bidang dan guna mewujudkan cita-cita dan tujuan dalam berbangsa dan bernegara.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Sejalan dengan ketentuan tersebut maka salah satu prinsip penting negara hukum adalah adanya jaminan penyelengaraan kekuasaan kehakiman yang merdeka, bebas dari pengaruh kekuasaan lainnya untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat luas dalam bidang hukum saat ini adalah masalah korupsi yang sudah semakin menjadi hal yang meresahkan dan menggangu ketertiban berbangsa dan bernegara, oleh karena itu korupsi harus di berantas secara sistematis. Dalam usaha menegakkan hukum dan menjalankan peraturan sesuai dengan tuntutan reformasi di bidang hukum telah diundangkan undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang telah diubah dengan No. 20 tahun 2001. Selain penerbitan undang – undang TIPIKOR untuk memperkuat para penegak hukum dalam pemberantasan korupsi dibentuk pula sebuah Komisi Pemberantasan Korupsi berdasarkan undang – undang no. 30 tahun 2002.

Pembentukan berbagai macam perangkat hukum tersebut merupakan bukti bahwa korupsi bukan lagi merupakan kejahatn biasa tetapi sudah merupakan kejahatan yang luar biasa, oleh karena itu diperlukan sebuah sistem perangkat dan pola penegakan hukum dengan cara yang luar biasa.

  1. B.           Rumusan masalah

Bertitik tolak pada latar belakang di atas,penyusun mengangkat permasalahan sebagai berikut :

  1. C.           Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui dasar hukum terbentuknya Pengadilan TIPIKOR yang kewenangan mengadili tindak pidana korupsi berada di Pengadilan Negeri
  2. Untuk mengetahui tugas dan kewenangan masing – masing lembaga peradilan tersebut
  3. Untuk mengetahui bagaimana penyelesaian hukum yang dilakukan oleh kedua badan peradilan tersebut dalam penanganan tindak pidana korupsi
  1. D.           Manfaat Penelitian

Sedangkan manfaat penelitian ini adalah:

  1. Sebagai informasi kepada mahasiswa fakultas hukum tentang sejauh mana kewenangan lembaga perdilan tersebut dalam mengadili tindak pidana korupsi dan penyelesaian hukumnya.
  2. Sebagai bahan kepada peneliti selanjutnya yang memiliki objek kajian yang sama.
  3. Sebagai bahan masukan kepada para penegak hukum dan para praktisi dalam hal penanganan korupsi.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. A.           Pembagian Kekuasaan Peradilan 

Badan peradilan dibawah Mahkamah Agung menurut pasal 10 ayat (2) undang- undang No. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman meliputi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer dan peradilan tata usaha negara. Khusus terhadap peradilan umum, terdiri dari pengadilan Negeri dan pengadilan Tinggi yang mempunyai spesifikasi dalam hal administrasi pada umumnya. Proses administrasi peradilan merupakan elemen bersifat substansial dalam proses peradilan guna mendapatkan sistem hukum acara dalam rangka membangun proses peradilan yang baik. Sistem hukum acara ini memacu tercapainya konsistensi pelaksanaan proses guna menjamin konsistensi dan transparansi sehingga lembaga peradilan dapat memberi jaminan yang lebih baik bagi masyarakat. Selain itu, sistem administrasi peradilan asasnya juga mengatur konsep pengarsipan. Dikaji dari perspektif sejarahnya, sistem administrasi peradilan dirintis oleh Menteri Kehakiman Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M. pada pertengahan tahun 1970-an yang memberi wacana perlunya menyeragamkan pelaksanaan administrasi perkara di seluruh pengadilan tinggi pertama dan banding di seluruh indonesia.

Berdasarkan perspektif undang-undang No. 8 Tahun 2004 tentang Peradilan Umum  pada dasarnya penyelenggaraan administrasi pengadilan dibedakan menurut jenisnya dibagi menjadi administrasi perkara dan administrasi umum. Kemudian, berdasarkan penjelasan undang – undang  No.  8 Tahun 2004 atas dasar pola penanganannya, dibedakan adanya administrasi yang dilakukan Panitera/Sekretaris, kemudian pedoman administrasi pengelolaan perkara dikategorisasikan administrasi perkara yang penanganannya dilakukan oleh kepaniteraan. Konkretnya dari pelaksanaan administrasi tersebut puncaknya pada peran Ketua Pengadilan dalam mengawasi pelaksanaan pengadilan yang dipimpinnya terhadap tingkah laku Hakim, Panitera,Sekretaris, juru sita di daerah hukumnya. Pada hakikatnya, struktur organisasi kepaniteraan di pengadilan Negeri/Tinggi relatif sama yang terdiri dari pejabat struktural dan pejabat fungsional. Kemudian, berdasarkan surat Edaran Mahkamah Agung RI No. 5 Tahun 1996 tentang Bagan susunan pengadilan telah dibagi susunan Bagan pengadilan Tinggi dan Negeri (kelas 1 A, 1B/II) bahwa adanya ketua/wakil ketua, Majelis Hakim, panitera/ sekretaris dan dalam administrasi perkara dikenal adanya sub kepaniteraan perdata/ Panitera Muda perdata, sub kepaniteraan pidana/ panitera Muda pidana.

Pembagian kekuasaan peradilan terbagi menjadi dua bagian yaitu mengenai kekuasaan mutlak dan kekuasaan relatif. Kekuasaan mutlak  adalah menyangkut pembagoan kekuasaan antara badan-badan peradilan dilihat dari macamnya pengadilan menyangkut pemberian kekuasaan untuk mengadili ( attributtie van rechtsmacht ) misalnya :

  1. Pengadilan Negeri dalam perkara perdata meliputi semua sengketa tentang hak milik dan hak perdata lainnya serta pada perkara pidana.
  2. Pengadilan Agama mengadili perkara  perceraian
  3. Perselisihan perburuhan oleh Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah Dan Pusat (P4D dan P4P) sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 22 tahun 1957.
  4. Pengadilan Tata Usaha Negara mengadili sengketa tata usaha negara
  5. Peradilan Militer bagi anggota tentara nasional indonesia yang melakukan kejahatan.

Kekuasaan relatif menyangkut batas wilayah dari satu macam pengadilan, misalnya apakah perkara termasuk wewenang Pengadilan Negeri Bau-Bau atau Pengadilan Negeri Kendari.   ( Muhammad Taufik Makarao, 65:2004 )

  1. B.           Pengertian Tindak Pidana Korupsi

Kata korupsi menurut Fockema Andrea berasal dari bahasa latin corruptio atau coruptus (webster student dictionary : 1960). Selanjutnya disebutkan bahwa corruptio berasal pula dari kata asal corrumpere, suatu kata latin yang lebih tua.

Dari bahasa latin itu turun kebanyakan bahasa Eropa seperti Inggris, yaitu corruption, corrupt; Perancis yaitu corruption; dan Belanda yaitu corruptie. Arti harfiah dari kata itu ialah kebusukan, keburukan, kebejatan ketidak jujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian.

Meskipun kata corruptio itu luas sekali artinya, namun sering corruptio dipersamakan artinya dengan penyuapan seperti disebut dalam ensiklopedia Grote Winkler Prins (1977). Di Belanda telah ada undang-undang (Wet Van 23 1967 stbl. 565) yang mengancam pidana terhadap penyuapan yang diterimabukan oleh pegawai negeri (Artikel 328 Ned w.v. s).

Istilah korupsi yang telah diterima dalam pembendaharaan kata Bahasa Indonesia itu,  dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia “korupsi ialah perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya” (Purwadarminta, 1976).

  1. C.           Lembaga Peradilan Korupsi (Pengadilan Ad-Hoc Tindak Pidana Korupsi dan Peradilan Umum)

Lembaga peradilan khususnya peradilan umum merupakan lembaga pemutus perkara yang dilimpahkan oleh kejaksaan, sedangkan pengadilan ad-hoc tindak pidana korupsi memutus perkara yang dilimpahkan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Eksistensi lembaga peradilan umum tampak dalam undang-undang No 8 Tahun 2004 tentang  Peradilan Umum dan Pengadilan Ad-Hoc Korupsi sesuai dengan Undang-Undang No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pada lembaga Peradilan Umum dan Pengadilan Ad-Hoc Korupsi terdakwa diperiksa, diadili dan diputus oleh majelis hakim. Berdasarkan data terakhir, diseluruh indonesia untuk peradilan umum terdapat 30 pengadilan tinggi, kemudian untuk pengadilan tinggi kemudian pengadilan negeri berjumlah 324 pengadilan. Sedangkan Pengadilan Ad-Hoc Korupsi hanya ada 1 (satu) buah di Pengadilan Negeri/Niaga/Ham/Phi Dan Tipikor Jakarta Pusat.

Berdasarkan undang-undang No. 8 Tahun 2004 tentang Peradilan Umum, undang-undang No 4 tahun 2004 tentang kekuasaan Kehakiman  dan Kitab Undang – undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tugas pengadilan adalah menerima, memeriksa dan memutus perkara yang diajukan kepadanya. Dalam memeriksa seorang terdakwa majelis hakim bertitik tolak pada surat dakwaan jaksa penuntut umum dan alat bukti sebagaimana ketentuan Pasal 184 KUHAP, kemudian dengan dua alat bukti dan keyakinannya (Pasal 183 KUHAP) hakim lalu menjatuhkan putusannya. Adapun bentuk putusan dapat berupa putusan pemidanaan (Pasal 193 ayat (1) KUHAP), putusan bebas/vrijsprak (Pasal 191 ayat (1) KUHAP) dan putusan pelepasan dari segala tuntutan hukum/onslag van alle rechtsvervolging (Pasal 191 ayat (2) KUHAP).

Khusus terhadap Pengadilan Ad-Hoc Korupsi, berdasarkan ketentuan Pasal 53 – Pasal 62 Undang-undang No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi telah ditentukan tentang eksistensi pengadilan tindak pidana korupsi. Berdasarkan ketentuan Pasal 53 dan Pasal 55 Undang-Undang No 30 Tahun 2002, tugas dan wewenang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) secara esensial berorientasi pada aspek-aspek :

  1. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus tindak pidana korupsi yang penuntutannya diajukan oleh Komisi Pemeberantasan Korupsi. Pada hakikatnya berdasarkan ketentuan Pasal 6 Huruf c Undang – Undang No. 30 Tahun 2002  tugas KPK adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi. Kemudian berdasarkan ketentuan Pasal 11, Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang melakukan penyelidikan,penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara, kemudian tindak pidana korupsi yang meresahkan masyarakat dan/atau tindak pidana korupsi yang menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).
  2. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang pertama kali dibentuk pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, wilayah hukumnya meliputi seluruh wilayah negara negara Indonesia. Dengan kewenangan yang demikian, sesuai ketentuan pasal 54 ayat (2) Undang – Undang  No. 30 Tahun 2002, Pengadilan TIPIKOR jakarta pusat tidak terikat masalah locus delicti dalam menangani perkara tindak pidana korupsi yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Aspek ini dapat dipahami karena tindak pidana korupsi yang oleh kebijakan formulatif bukan lagi kejahatan biasa, tetapi telah menjadi kejahatan luar biasa sehingga pola penanganannya juga di tuntut dengan cara yang luar biasa.
  3. Pengadilan TIPIKOR  di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat juga berwenang memeriksa dan memutus tindak pidana korupsi yang dilakukan diluar wilayah indonesia oleh warga negara indonesia. aspek  ini merupakan pengejawantahan dari asas personalitas aktif yaitu asas hukum pidana materil dalam KUHP tetap menjatuhkan hukuman kepada warga negara Indonesia yang walaupun berada diluar wilayah Indonesia, tetapi melanggar ketentuan hukum pdana indonesia.

Selain tugas dan kewenangan sebagaimana yang telah disebutkan, terhadap personal yang akan mengadili perkara tindak pidana korupsi juga bebeda dengan tindak pidana umum. Dalam aspek ini, berdasarkan ketentuan pasal 58 ayat (2) UU no 30/2002 penaganan perkara tindak pidana korupsi baik di tingkat pengadilan negeri/tinggi/mahkamah agung dilakukan dengan majelis hakim yang terdiri dari 5 (lima) orang yaitu 2 (dua) orang hakim karier dan 3 (tiga) orang hakim ad-hoc diangkat berdasarkan keputusan mahkamah agung sedangkan hakim ad-hoc diangkat dan diberhentikan berdasarkan keputusan presiden atas usul mahkamah agung.

Berdasarkan ketentuan pasal 57 ayat (1) Uu no 30/2002, untuk dapat diangkat sebagai hakim tindak pidana korupsi yang berasal dari hakim karier baik untuk tingkat Pengadilan Negeri/Tinggi/Mahkamah Agung harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Berpengalaman menjadi hakim sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun .
  2. Berpengalaman mengadili tindak pidana korupsi.
  3. Cakap dan memiliki integritas moral yang  tinggi selama menjlankan tugasnya,
  4. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin.

Sedangkan untuk dapat diusulkan sebagai hakim ad-hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk tingkat Pengadilan Negeri/Tinggi sebagaimana ketentuan Pasal 57 ayat (2), Pasal 59 ayat (3) Undang – Undang 30 Tahun 2002, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Warga negara Republik Indonesia
  2. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  3. Sehat jasmani dan rohani
  4. Berpendidikan sarjana hukum atau sarjana lain yang mempunyai keahlian dan berpengalaman sekurang-kurangnya 15 (lima belas) tahun di bidang hukum
  5. Berumur sekurang-kurangnya 40 (empat puluh) tahun pada proses pemilihan
  6. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela
  7. Cakap,jujur, memiliki integritas moral yang tinggi dan memiliki reputasi yang baik
  8. Tidak menjadi pengurus salah satu partai politik; dan
  9. Melepaskan jabatan struktural dan atau jabatan lainnya selama menjadi hakim ad-hoc.

Kemudian untuk dapat diangkat sebagai hakim ad-hoc tindak pidana korupsi di tingkat Mahkamah Agung berdasarkan ketentuan Pasal 60 ayat (3) Undang – Undang  No. 30 Tahun 2002, haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Warga negara indonesia
  2. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  3. Sehat jasmani dan rohani
  4. Berpendidikan sarjana hukum atau sarjana lain yang mempunyai keahlian dan berpengalaman sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) tahun di bidang hukum
  5. Berumur sekurang-kurangnya 50 (lima  puluh) tahun pada proses pemilihan
  6. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela
  7. Cakap,jujur, memiliki integritas moral yang tinggi dan memiliki reputasi yang baik
  8. Tidak menjadi pengurus salah satu partai politik; dan
  9. Melepaskan jabatan struktural dan atau jabatan lainnya selama menjadi hakim ad-hoc.

Kemudian khusus terhadap hakim ad-hoc, sebelum memangku jabatannya berdasarkan ketentuan Pasal 61 ayat (1) Undang – Undang No. 30 Tahun 2002 wajib mengucapkan sumpah/janji, sedangkan untuk hakim karier  tidak dipersyaratkan demikian karena kebijakan formulatif menganggap hakim karier telah mengucapkan sumpah janji ketika diangkat pertama kalinya di Pengadilan Negeri. Selanjutnya terhadap pola pemeriksaan perkara tindak pidana korupsi di sidang Pengadilan TIPIKOR secara global dan representatif berorientasi pada aspek-aspek sebagai berikut :

  1. Pemeriksaan perkara baik di tingkat Pengadilan Negeri/Tinggi/Mahkamah Agung dilakukan dengan majelis hakim yang terdiri dari 5 (lima) orang hakim yaitu 2 (dua) orang hakim karier dan 3 (tiga) orang hakim ad-hoc baik ditingkat Pengadilan Negeri/Tinggi/Mahkamah Agung;
  2. Pemeriksaan perkara tindak pidana korupsi di sidang pengadilan dilakukan berdasarkan hukum acara pidana yang berlaku dan Undang-Undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001. Pada dasarnya yang dimaksud dengan hukum acara pidana yang berlaku adalah ketentuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan untuk pemeriksaan kasasi mengacu kepada ketentuan Undang-Undang No.5 Tahun 2004 Tentang Mahkamah Agung RI
  3. Perkara tindak pidana korupsi diperiksa dan diputus oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Ketentuan batas waktu 90 (sembilan puluh) hari ini imperatif sifatnya, sehingga konsekuensi logisnya apabila pemeriksaan perkara belum selesai sebagaimana tenggat waktu yang telah ditentukan, akan membawa implikasi yuridis di dalamnya, misalnya terdakwa tindak pidana korupsi yang ditahan dan apabila pemeriksaan belum selesai dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari, mengakibatkan terdakwa harus dilepaskan dari tahanan, kemudian timbul nuansa yuridis apakah pemeriksaan perkara yang melebihi tenggat waktu yang ditentukan oleh undang-undang tersebut mengkibatkan pemeriksaan menjadi batal demi hukum, dan lain sebagainya;
  4. Dalam hal putusan pengadilan tindak pidana korupsi dimohonkan banding ke Pengadilan Tinggi, perkara tersebut diperiksa dan diputus dalam jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal berkas perkara diterima Pengadilan Tinggi;
  5. Dalam hal putusan Pengadilan Tinggi tindak pidana korupsi dimohonkan kasasi kepada Mahkamah Agung, perkara tersebut diperiksa dan diputus dalam jangka waktu paling lama 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal berkas perkara diterima oleh Mahkamah Agung.
  1. E.   Metode Penelitian

Untuk memperoleh data yang diperlukan sesuai dengan materi yang akan dibahas dalam penelitian ini,maka perlu pendekatan masalah yaitu:

  1. Pendekatan masalah
    1. Pendekatan secara yuridis,yaitu pendekatan melalui beberapaperaturanperundang-undangan,pendapat-pendapat ahli yang berhubunga dengan penelitian ini
    2. Pendekatan sosiologis,yaitu pendekatan secara langsung terhadap orang-orang yang dianggap memahami dan mengetahui permasalahan yang akan dibahas yaitu
  2. Sumber dan Jenis Data

Untuk memperkuat landasan teori dalam penyusunan skripsi ini diperlukan data,data tersebut diperoleh dari dua sumber,yaitu

  1. Data primer.yaitu data yang diperoleh sewaktu penelitian di lapangan khususnya
  2. Data sekunder,yaitu data yang diperoleh darikeputusan dan informan atau dari sumber lain
  3. Teknik pengumpulan data