Ketika Cinta Sejati tak berpihak


Bukanlah mata ini yang bersalah

Kala dia memandangmu begitu lama

Bukan juga salahmu

Kala engkau berada di depan pelupuk mataku

 Ketika cinta sejati tak berpihak

 Lisan ini hanya menjalankan perintah

Kala berucap ‘aku mencintaimu..’

Bukan perintah mata, bukan juga perintah akal

Ini perintah Raja, penguasa jiwa dan raga…

“Maafkan aku..”

Kata rasio yang menunduk malu

Pedang silogisme-nya yang terkenal sakti

Kini tak bisa berbuat apa-apa

Rasio kini berlutut lantas memohon…

ini bukan medan logis

yang ada di gengamannya

bukan pula mendan illogis

yang mudah ditaklukannya

Jika engkau menolak cinta ini,

Bagiku, tidak lah mengapa…

Sebagai rasio, aku pasti bisa memahami

Namun entah…

Bagaimana ku mengatakan pada tuanku

Aku mohon terimalah cinta ini,

Meskipun engkau tidak menyukainya

Meskipun engkau memiliki cinta yang lain

Karena dia hanya ingin memberi

Dan tak ingin mengambil apalagi merampas…

3 pemikiran pada “Ketika Cinta Sejati tak berpihak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s