TEORI BISNIS DAN KEBANGKRUTAN SUATU ORGANISASI


Posted by Buyung Syafei pada 30 November 2007

Organisasi bisnis tunduk pada teori bisnis terdiri dari: lingkungan, pernyataan misi, dan kompetensi inti (Peter Drucker).

Lingkungan organisasi adalah lingkungan luas (ekonomi, politik, teknologi, dan sosial), lingkungan industri atau lingkungan persaingan menurut M.Porter adalah pesaing, barang substitusi, pemasok, dan pembeli; sedangkan lingkungan internal adalah fungsi-fungsi organisasi (pemasaran, operasi, keuangan, sdm, R&D, rekayasa kembali).

Pernyataan Misi dan Pernyataan Visi
Goals dan objectives sering diringkas ke dalam suatu pernyataan misi atau penyataan visi. Suatu pernyataan visi menggambarkan peta ke mana anda ingin berada masa yang akan datang. Dia menggambarkan bagaimana anda melihat peristiwa-peristiwa dalam 10 atau 20 tahun akan datang jika segala sesuatu berjalan pasti seperti anda harapkan. Suatu pernyataan misi dan pernyataan visi adalah sama, kecuali pernyataan misi tersebut lebih dekat. Dia merinci apa yang anda mau lakukan sekarang untuk mencapai tujuan anda. Umpamanya pernyataan misi singkat Ford “Kualitas adalah pekerjaan nomor satu”. Tetapi kebanyakan dari pernyataan misi lebih rinci yang sering menggambarkan apa yang akan dilakukan, untuk siapa, dan mengapa. Bill Gates mempunyai misi yang sederhana :” Sebuah personal computer di atas setiap meja, dan setiap computer menggunakan software Microsoft”.

Menurut hasil penelitian Jones dan Kahaner (1999) para manajer lebih menyukai pernyataan misi daripada alat apapun yang lain, karena memungkinkan untuk membuat perbedaan dalam apakah sebuah perusahaan sukses atau gagal.

Pernyataan misi perusahaan kadang-kadang disebut pernyataan nilai, kredo, atau prinsip perusahaan sebagai lampu pembimbimg keuangan perusahaan yang operasional dan etis. Dia bukan moto atau slogan, dia mengutarakan tujuan, impian, perilaku, budaya, dan strategi perusahaan melebihi dokumen apapun juga lainnya. Pernyataan misi dengan cepat dapat memberi tahu bagaimana perusahaan dapat bertindak.

Pernyataan misi bukan hanya konsep dan falsafah yang dirancang, tetapi gagasan yang dipikirkan secara matang dan cermat. Dengan demikain pernyataan misi dapat membantu perusahaan mencapai dan melampaui impian keuangan mereka, memperlakukan karyawan mereka dengan baik, membebaskan perusahaan dari krisis, dan mermperlihatkan ke luar hal yang benar untuk dilakukan. Pernyataan misi dapat dibandingkan sebagai peta jalan untuk jalan raya.

Pada tahun 1980-an menurut hasil penelitian Jones dan Kahaner (1999:7) banyak perusahaan menulis atau menulis kembali pernyataan misi mereka dengan adanya rekayasa ulang, perampingan, restrukturisasi secara mendasar. Mereka memerlukan falasafah baru untuk mengatasi iklim bisnis yang senantiasa berubah, yang mencakup kesadaran atas keragaman budaya, pemeberdayaan pekerja, globalisasi, fungsi pelayan lingkungan, mutu total, kerjasama tim, dan penekanan pada pelanggan. Pernyataan misi digunakan sebagai alat “menghimpun pasukan”, serta memberlakukan budaya atau perilaku perusahaan.

Beberapa contoh pernyataan misi perusahaan, misalnya :

AT&T : Rasa hormat kepada individu, pengabdian untuk membantu pelanggan, standar integritas tinggi, inovasi, kerjasama tim.
Boeing – misi jangka panjang, menjadi perusahaan penerbangan ruang angkasa nomor satu di dunia perusahaan industri utama dalam pengertian mutu, kemampuan memperoleh keuntungan, danpertumbuhan.

Kompetensi inti adalah sesuatu yang organisasi dapat lakukan dengan baik dan memenuhi tiga kondisi yang dispesifikasikan oleh Hamel & Prahalad (1990) : menjamin manfaat bagi pelanggan, sukar ditiru oleh pesaing-pesaing, dapat mengungkit secaras luas banyak produk dan pasar. Kompetensi inti dapat mengambil beberapa bentuk : pengetahuan teknis, proses yang handal, berhubungan erat dengan para pelanggan dan pemasok. Ia juga mencakup pengembangan produk dan budaya organisasi seperti dedikasi karyawan. Teori bisnis modern menyarankan agar aktivitas-aktivitas yang bukan bagian dari kompetensi dilakukan dengan outsourcing. Jika suatu kompetensi inti menghasilkan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan, maka ini disebut keunggulan bersaing yang berkelanjutan.

Lingkungan organisasi, baik lingkangan luas, lingkungan bersaing, dan faktor-faktor internal selalu berubah. Perubahan-perubahan tersebut sering terjadi dengan seketika dan kadang-kadang sukar untuk diramalkan sebelumnya.. Untuk mempertahankan kompetensi inti, bila terjadi perubahan-perubahan lingkungan, maka pernyataan misi harus disesuaikan dengan perubahan-perubahan tersebut.

Tetapi, keberhasilan organisasi sering membuat manajemen atau pemilik perusahaan menjadi buta, sehingga tidak dapat lagi melihat suatu kebenaran berupa suatu kebutuhan organisasi yang harus dipenuhi. Disinilah letak mulainya kebangkrutan suatu organisasi baik bisnis, maupun non bisnis seperti lembaga pendidikan, rumah sakit, dan lain-lain organisasi.

Memang suatu ironi yang umumnya terjadi pada organisasi atau perusahaan di Indonesia, kebangkrutan segera terjadi setelah menikmati suatu keberhasilan sesaat.

Resepnya adalah ikutilah hukum-hukum bisnis yang didasarkan pada teori bisnis; terapkanlah : transformational leadership yang memberikan inspirasi pada karyawan dan melibatkannya dalam penetapan misi; transcedental leadership yang mengandung unsur-unsur spiritual sehingga kalau perusahaan menjadi kaya tidak berubah menjadi kikir (bakhil); dan quite leadership mengajarkan dan memberikan otonomi pada karyawan untuk menjadi inovatif dan kreatif; tinggalkanlah transactional leadership yang mendasarkan pada perintah.

TEORI BISNIS DAN KEBANGKRUTAN SUATU ORGANISASI

Posted by Buyung Syafei pada 30 November 2007

Organisasi bisnis tunduk pada teori bisnis terdiri dari: lingkungan, pernyataan misi, dan kompetensi inti (Peter Drucker).

Lingkungan organisasi adalah lingkungan luas (ekonomi, politik, teknologi, dan sosial), lingkungan industri atau lingkungan persaingan menurut M.Porter adalah pesaing, barang substitusi, pemasok, dan pembeli; sedangkan lingkungan internal adalah fungsi-fungsi organisasi (pemasaran, operasi, keuangan, sdm, R&D, rekayasa kembali).

Pernyataan Misi dan Pernyataan Visi
Goals dan objectives sering diringkas ke dalam suatu pernyataan misi atau penyataan visi. Suatu pernyataan visi menggambarkan peta ke mana anda ingin berada masa yang akan datang. Dia menggambarkan bagaimana anda melihat peristiwa-peristiwa dalam 10 atau 20 tahun akan datang jika segala sesuatu berjalan pasti seperti anda harapkan. Suatu pernyataan misi dan pernyataan visi adalah sama, kecuali pernyataan misi tersebut lebih dekat. Dia merinci apa yang anda mau lakukan sekarang untuk mencapai tujuan anda. Umpamanya pernyataan misi singkat Ford “Kualitas adalah pekerjaan nomor satu”. Tetapi kebanyakan dari pernyataan misi lebih rinci yang sering menggambarkan apa yang akan dilakukan, untuk siapa, dan mengapa. Bill Gates mempunyai misi yang sederhana :” Sebuah personal computer di atas setiap meja, dan setiap computer menggunakan software Microsoft”.

Menurut hasil penelitian Jones dan Kahaner (1999) para manajer lebih menyukai pernyataan misi daripada alat apapun yang lain, karena memungkinkan untuk membuat perbedaan dalam apakah sebuah perusahaan sukses atau gagal.

Pernyataan misi perusahaan kadang-kadang disebut pernyataan nilai, kredo, atau prinsip perusahaan sebagai lampu pembimbimg keuangan perusahaan yang operasional dan etis. Dia bukan moto atau slogan, dia mengutarakan tujuan, impian, perilaku, budaya, dan strategi perusahaan melebihi dokumen apapun juga lainnya. Pernyataan misi dengan cepat dapat memberi tahu bagaimana perusahaan dapat bertindak.

Pernyataan misi bukan hanya konsep dan falsafah yang dirancang, tetapi gagasan yang dipikirkan secara matang dan cermat. Dengan demikain pernyataan misi dapat membantu perusahaan mencapai dan melampaui impian keuangan mereka, memperlakukan karyawan mereka dengan baik, membebaskan perusahaan dari krisis, dan mermperlihatkan ke luar hal yang benar untuk dilakukan. Pernyataan misi dapat dibandingkan sebagai peta jalan untuk jalan raya.

Pada tahun 1980-an menurut hasil penelitian Jones dan Kahaner (1999:7) banyak perusahaan menulis atau menulis kembali pernyataan misi mereka dengan adanya rekayasa ulang, perampingan, restrukturisasi secara mendasar. Mereka memerlukan falasafah baru untuk mengatasi iklim bisnis yang senantiasa berubah, yang mencakup kesadaran atas keragaman budaya, pemeberdayaan pekerja, globalisasi, fungsi pelayan lingkungan, mutu total, kerjasama tim, dan penekanan pada pelanggan. Pernyataan misi digunakan sebagai alat “menghimpun pasukan”, serta memberlakukan budaya atau perilaku perusahaan.

Beberapa contoh pernyataan misi perusahaan, misalnya :

AT&T : Rasa hormat kepada individu, pengabdian untuk membantu pelanggan, standar integritas tinggi, inovasi, kerjasama tim.
Boeing – misi jangka panjang, menjadi perusahaan penerbangan ruang angkasa nomor satu di dunia perusahaan industri utama dalam pengertian mutu, kemampuan memperoleh keuntungan, danpertumbuhan.

Kompetensi inti adalah sesuatu yang organisasi dapat lakukan dengan baik dan memenuhi tiga kondisi yang dispesifikasikan oleh Hamel & Prahalad (1990) : menjamin manfaat bagi pelanggan, sukar ditiru oleh pesaing-pesaing, dapat mengungkit secaras luas banyak produk dan pasar. Kompetensi inti dapat mengambil beberapa bentuk : pengetahuan teknis, proses yang handal, berhubungan erat dengan para pelanggan dan pemasok. Ia juga mencakup pengembangan produk dan budaya organisasi seperti dedikasi karyawan. Teori bisnis modern menyarankan agar aktivitas-aktivitas yang bukan bagian dari kompetensi dilakukan dengan outsourcing. Jika suatu kompetensi inti menghasilkan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan, maka ini disebut keunggulan bersaing yang berkelanjutan.

Lingkungan organisasi, baik lingkangan luas, lingkungan bersaing, dan faktor-faktor internal selalu berubah. Perubahan-perubahan tersebut sering terjadi dengan seketika dan kadang-kadang sukar untuk diramalkan sebelumnya.. Untuk mempertahankan kompetensi inti, bila terjadi perubahan-perubahan lingkungan, maka pernyataan misi harus disesuaikan dengan perubahan-perubahan tersebut.

Tetapi, keberhasilan organisasi sering membuat manajemen atau pemilik perusahaan menjadi buta, sehingga tidak dapat lagi melihat suatu kebenaran berupa suatu kebutuhan organisasi yang harus dipenuhi. Disinilah letak mulainya kebangkrutan suatu organisasi baik bisnis, maupun non bisnis seperti lembaga pendidikan, rumah sakit, dan lain-lain organisasi.

Memang suatu ironi yang umumnya terjadi pada organisasi atau perusahaan di Indonesia, kebangkrutan segera terjadi setelah menikmati suatu keberhasilan sesaat.

Resepnya adalah ikutilah hukum-hukum bisnis yang didasarkan pada teori bisnis; terapkanlah : transformational leadership yang memberikan inspirasi pada karyawan dan melibatkannya dalam penetapan misi; transcedental leadership yang mengandung unsur-unsur spiritual sehingga kalau perusahaan menjadi kaya tidak berubah menjadi kikir (bakhil); dan quite leadership mengajarkan dan memberikan otonomi pada karyawan untuk menjadi inovatif dan kreatif; tinggalkanlah transactional leadership yang mendasarkan pada perintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s